Gunung Anak Krakatau sedang meletus paling besar sejak 2018. Abunya sampai ke Jakarta dan menutup empat bandara. Di bawah laut yang sama ada patahan besar — megathrust — yang sudah lama tidak melepaskan gempa. Halaman ini menjelaskan dengan bahasa sederhana: apa yang sedang terjadi, apa yang tidak perlu ditakutkan, dan apa artinya untuk Pulau Jawa dan Jakarta.
Letusan ini bukan hanya berita dalam negeri. Pusat pemantau abu penerbangan di Australia menerbitkan peringatan untuk dua wilayah udara, badan cuaca Jepang ikut memantau permukaan laut, dan lembaga vulkanologi Smithsonian mencatatnya dalam laporan mingguan dunia.
Sejauh itu suara letusan masih terdengar. Abu mencapai 6.000 m di sisi Jawa dan 15.000 m di sisi Sumatra.
Waktu yang dibutuhkan abu untuk melonjak dari 2 km ke 15 km. Peringatan penerbangan terbit untuk wilayah udara Jakarta dan Melbourne.
Perubahan muka laut yang terpantau, di Jepang maupun luar negeri. JMA memantau sejak pukul 04.00 waktu Jepang, dengan kehati-hatian seperti pasca-letusan Tonga 2022.
Ketinggian gunung yang tercatat di basis data vulkanologi dunia — tumbuh kembali dari sisa longsoran 2018.
“Warga diminta tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaan.”Imbauan: pakai masker dan pelindung mata, kurangi aktivitas luar ruang, tutup sumber air, hati-hati berkendara.
“Keselamatan tetap jadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, termasuk penyesuaian jadwal penerbangan.”Abu vulkanik dapat merusak mesin jet, sehingga bandara ditutup meski jaraknya lebih dari 150 km.
Krakatau berada di tengah laut antara Sumatra dan Jawa. Sekitar 200–300 km ke arah barat daya, di dasar Samudra Hindia, dua lempeng bumi saling mendorong: Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Tempat keduanya bergesekan disebut megathrust — di situlah tenaga gempa besar menumpuk. Centang kotak di samping peta untuk melihat lapisannya.
Bayangkan bumi dipotong dari Samudra Hindia sampai Selat Sunda. Lempeng dasar laut menyusup ke bawah, makin dalam makin panas. Di kedalaman sekitar 100 km batuan mulai meleleh jadi magma, lalu naik dan keluar lewat Krakatau. Sementara itu, di bagian yang lebih dangkal, dua lempeng saling menempel dan “macet”. Di situlah tenaga gempa menumpuk sedikit demi sedikit.
BMKG memastikan tidak ada gempa besar yang memicu letusan 4–6 September. Penyebabnya tekanan magma dari dalam gunung sendiri. Data USGS mendukung: gempa terbesar di kawasan ini sepanjang 2026 hanya M5,8, dan tidak ada lonjakan aktivitas gempa sebelum letusan.
Tenaga letusan terlalu kecil dan terlalu dangkal untuk menggerakkan patahan sepanjang ratusan kilometer di kedalaman 5–40 km. Kalau ada hubungan, arahnya hanya satu: gempa bisa memengaruhi gunung, bukan sebaliknya.
Bisa, tapi hanya kalau gunungnya sudah “penuh” magma dan siap meletus — seperti kondisi Krakatau sekarang. Contohnya Gunung Fuji tahun 1707 meletus setelah gempa besar. Jadi tidak otomatis, tapi Krakatau saat ini termasuk rentan.
Bisa, tapi bukan karena gempa. Tsunami terjadi kalau sebagian badan gunung longsor ke laut, seperti 22 Desember 2018 yang menewaskan lebih dari 400 orang. Kabar baiknya, menurut Badan Geologi badan gunung yang tumbuh sejak 2018 masih kecil, jadi saat ini belum berpotensi longsor besar.
Geser angka kekuatan gempa, lalu tekan “Jalankan gelombang”. Tsunami bergerak cepat di laut dalam (sekitar 500 km/jam) tapi melambat jauh di laut dangkal seperti Laut Jawa (sekitar 70 km/jam). Itu sebabnya pantai selatan Banten hanya punya waktu belasan menit, sedangkan Jakarta punya sekitar 2 jam.
| Lokasi | Tiba | Perkiraan tinggi ombak | Kategori |
|---|
Perkiraan tinggi tsunami megathrust bukan angka tunggal. Beberapa tim peneliti memakai metode berbeda dan menghasilkan angka yang jauh berbeda pula. Ini penting diketahui supaya tidak salah menyimpulkan.
Menggunakan data GPS untuk memetakan bagian megathrust yang terkunci di selatan Jawa. Menemukan zona terkunci sampai kedalaman 20–30 km, lalu menghitung skenario terburuk berupa patahnya segmen barat dan timur secara bersamaan.
Memakai distribusi pergeseran patahan yang berbeda, dan menghasilkan angka sekitar setengah dari studi sebelumnya. Perbedaannya bukan pada besar gempa, melainkan pada cara memodelkan pergeserannya.
Merekonstruksi tsunami 22 Desember 2018. Kesimpulan pentingnya: longsoran terjadi sebagai satu gerakan cepat, bukan runtuh bertahap. Tidak ada tanda awal yang bisa dijadikan peringatan, dan waktu tempuh gelombang sangat pendek.
Membandingkan seluruh busur Sunda. Segmen Jawa punya tekanan tinggi (sekitar 100 MPa) namun justru melepaskan energi gempa lebih sedikit — berbeda dengan segmen Sumatra–Andaman yang tekanannya lebih rendah tetapi mencatat gempa terbesar, termasuk Mw 9,3 tahun 2004 dengan patahan sepanjang ~1.300 km.
Data dari katalog USGS untuk wilayah Selat Sunda, Banten, dan Lampung, magnitudo 4,8 ke atas.
| Tanggal | M | Dalam | Lokasi |
|---|---|---|---|
| 21 Agu | 5,8 | 9 km | 187 km barat daya Labuan |
| 24 Jul | 4,9 | 53 km | 144 km barat daya Kotabumi |
| 19 Jul | 4,9 | 38 km | 70 km selatan Pelabuhanratu |
| 18 Jul | 4,9 | 26 km | 198 km barat daya Bandar Lampung |
| 7 Jul | 5,3 | 33 km | 87 km barat daya Labuan |
| 27 Jun | 5,0 | 62 km | 86 km barat daya Bandar Lampung |
| 7 Apr | 4,9 | 49 km | 181 km barat daya Bandar Lampung |
| 21 Mar | 5,1 | 10 km | 158 km barat daya Labuan |
Sepanjang 2026 tidak ada satu pun gempa berkekuatan M6 atau lebih di kawasan Selat Sunda. Yang terbesar M5,8 pada 21 Agustus. Ini tergolong aktivitas normal untuk zona pertemuan lempeng yang aktif.
Artinya tidak ada tanda gempa tidak biasa yang mendahului letusan September. Letusan ini murni dari dinamika magma gunungnya sendiri.
Hal itu juga berarti sebaliknya: tenaga megathrust masih tersimpan, tidak terlepas lewat gempa-gempa kecil ini.
Jakarta cukup terlindung dari tsunami karena letaknya di teluk dan Laut Jawa dangkal. Tapi Jakarta rentan pada dua hal lain: abu yang melumpuhkan bandara, dan guncangan gempa yang terasa lebih kuat karena tanahnya lunak.
Abu terbawa angin ke arah Jakarta. Yang paling terganggu: penerbangan (abu merusak mesin pesawat), kualitas udara, dan peralatan luar ruang seperti AC dan panel surya.
Gempa megathrust M8,7 diperkirakan terasa kuat di Jakarta, cukup untuk merusak bangunan yang tidak tahan gempa. Selain itu ada patahan Baribis dan Cimandiri yang lebih dekat. Gempa Cianjur 1 September lalu adalah pengingatnya.
Kalau dari gempa megathrust: ombak 0,5–1,8 m di pantai utara Jakarta, tiba 2–2,5 jam setelah gempa. Kalau dari longsoran Krakatau: kecil di Jakarta, tapi 2–5 m di Anyer, Carita, dan Lampung Selatan dalam 30 menit.
Letusan raksasa menghancurkan dua dari tiga kerucut pulau ini. Menurut catatan Smithsonian, lebih dari 36.000 orang meninggal — sebagian besar karena tsunami yang menyapu pesisir Sumatra dan Jawa.
Muncul dari dasar kaldera bekas letusan 1883, lalu tumbuh beberapa meter setiap tahun. Sejak itu gunung ini sering meletus.
Sebagian besar badan gunung longsor ke laut, tanpa gempa lebih dulu. Volume longsorannya 0,27 km³. Tsunami menghantam Anyer, Carita, dan Lampung Selatan dalam 30 menit dengan ketinggian terukur sampai 13 m. Lebih dari 400 orang meninggal.
Letusan sejak 2 Juli menambah material ke badan gunung yang baru. Abu 15 km pada 4–5 September adalah yang tertinggi sejak 2018. Badan gunung masih relatif kecil, jadi risiko longsor besar dinilai rendah.